A. PENGERTIAN ISRAF
ISRAF adalah berlebihan. Dalam bahasa Arab di sebut dengan kata : ("Asrafa-Yusrifu-israafan") yang berarti bersuka ria sampai melewati batas. Menurut kamus besar bahasa indonesia, melampaui batas (berlebihan) diartikan; "melakukan tindakan di luar wewenang yang telah di tentukan berdasarkan aturan (nilai) tertentu yang berlaku. Secara istilah melampaui batas (berlebihan) dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan seseorang di luar kewajaran atau kepatutan.
Sikap dan perilaku berlebihan merupakan penyakit yang sangat merugikan diri manusia itu sendiri.
Dalam Al-Qur'an menjelaskan secara tegas larangan makan dan minum, berpakaian dan bersedakah secara berlebihan. Diketahui yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya di dalamnya pasti ada madharatnya bagi manusia. Oleh karena itu Islam menganjurkan hidup sederhana dab tidak boleh sombong bukan akan menzalimi diri sendiri tetapi juga akan menjadi kezaliman terhadap orang lain. Akibat bagi pelakunya sendiri akan mengalami kesulitan dan kesusahan dan orang lain akan mengalami suatu penganiayaan.
B. BENTUK-BENTUK SIKAP ISRAF
Perlu dibedakan antara berlebihan dengan pemurah. bahwa orang yang berlebihan adalah orang yang memanfaatkan suatu perbuatan melebihi yang kita butuhkan atau menambahkan sesuatu yang tidak semestinya.
Menuryt Syekh Nashir AS Sa'di ada 5 hal yang bisa dikategorikan berlebihan, yaitu :
1. pamer kekayaan, belebihan dam memakai atau menggunakan kekayaan, baik berupan pakaian maupun makanan, sehingga menimbulkan sikap ria.
2. Berjiwa sombong, lepas control terhadap diri sendiri dan social, sehingga melakukan hal-hal di luar kewajaran.
3. Mendambakan kemewahan dunia semata, sehingga melupakan akhirat.
4. mengingkari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah, atau kufur nikmat seperti melupakan pemberi Rizky (ALLAH) dan menganggap rizky yang diperolehnya hanya semata usaha sendiri.
5. Melakukan ibadah secara berlebihan, seperti shalat malam semalam suntuk, sehingga ketiduran menjelang pagi dan meninggalkan shalat subuh.
Menurut Syekh Nashir As Sa'di, hal yang bisa dikategorikan berlebihan yaitu :
a. Menambah-nambah di atas kadar kemampuan, dan berlebihan dalam hal makan karena makan yang terlalu kenyang dapat menimbulkan hal yang negative pada struktur hidup manusia.
b. Bermewah-mewah dalam makan, minum dan lain-lain artinya dalam memakan dan meminum sesuatu tidak boleh menurutkan hawa nafsu, sehingga semua yang di inginkan tersedia.
c. Melanggar batsan-batasan yang telah ditentukan oleh ALLAH SWT.
d. Menumpuk-numpuk harta atau sesuatu hal yang tidak terlalu di butuhkan oleh kita maupun masyarakat.
e. Melakukan pekerjaan yang sia-sia.
f. Melakukan segala sesuatu yang berlebihan.
C. NILAI NEGATIVE SIKAP ISRAF
Menurut Imam Asy-Syathibi, bahaya berlebihan bekasnya dapat menghilangkan keteguhan dan keseimbangan yang dituntut agama dalam melaksanakan berbagai tanggung jawab hukum. Kadang-kadang manusia bermaksud menjalankan semua perintah agama dengan susah payah agar amal ibadahnya menjadi lebih sempurna, tetapi akhirnya ia berhenti atau bahkan meninggalkan amal kebaikan yang lain disebabkan berlebihan dalam menjalankan ibadah tertentu, seperti saya harus mampu shalat malam semalam suntuk namun akhirnya menjelang subuh ketiduran dan shalat subuh terlewat.
Ustadz Fathi yang menuturkan : "saya teringat ada seorang ikhwan bersumpah bahwa ia harus hafal Al-Qur'an diluar kepala selama musim kemarau. Ia telah bersungguh-sungguh untuk itu, tetapi tidak mampu. Ia sangat marah kepada dirinya sendiri. Ia bersikeras untuk menghukum dirinya dengan hukuman yang paling berat. Hal itu tidak dilakukan kecuali dengan jalan mengharamkan dirinya sendiri dari semua yang di halalkan Allah. Ia mulai dengan puasa berturut-turut dan tidak pernah puasa kecuali pada saat tertentu, setiap malam melakukan Qiyamullail secara terus menerus tanpa tidur kecuali lupa. Bangku sekolah di tinggalkan, buku-buku yang dimiliki, dan segala prabot sekolah diberikan ke orang lain. Sampailah pada suatu saat, karena kondisi fisik dan psikisnya semakin tidak stabil, maka akhirnya dibawa kerumah sakit bagian penyakit syaraf.Perilaku seperti ini merupakan bagian dari melampaui batas atau berlebihan (isyraf). Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.
D. UPAYA MENGHINDARI SIKAP ISRAF
Sesungguhnya setiap mukhalaf itu di tuntut berbagai amal dan tugas agama yang harus dikerjakan dan tidak dapat dihindari untuk memenuhi hak Tuhan-Nya. Jika ia menekuni suatu amal yang berat, kadang-kadang meninggalkan amal yang lain yang berkaitan dengannya. Jadi, ibadah atau amal yang masuk didalamnya membuatnya berhenti dari semua yang di bebankan Allah Swt, kepadanya sehingga ia tercela tanpa alasan yang dibenarkan, padahal ia hanya dituntut melaksanakan semua amal tanpa mengurangi salah satu dari taklif yang di bebankan kepadanya.
Rasulullah melarang kepada uamatnya berpuasa terus menerus, melarang shalat disebagian besar waktu malam kecuali pada sepuluh hari akhir bulan Ramadhan, melarang membujang bagi yang mampu menikah, atau melarang berhenti makan daging. Jadi, orang yang beribadah dengan tidak mengetahui sebagian besar dari hal itu, ia dapat dimaafkan dan di beri pahala. Adapun orang ynag beribadah dan paham sunah lalu melampauinya, maka ia akan dikalahkan dan tertipu oleh nafsunya. Adapun amal yang sangat disukai Allah Swt amal yang dikerjakan terus menerus (istiqomah) menerus syara' meskipun sedikit.
Islam mengajarkan sikap kebersahajaan (iffah) setiap muslim dilarang mengikuti ajakan nafsu atau panggilan syahwat. Nafsu harus dikendalikan, sederhanalah dan dan tunduklah nafsu dengan akal sehat. Sebagian besar keburukan itu disebabkan seseorang tidak sanggup mengendalikan nafsunya. Jnaganlah mendekati hal-hal yang dapat mendorong diri untuk berbuat yang tidak baik ataupun melampaui batas. Orang yang sederhana tidak suka melakukan sesuatu yang melebihi kewajaran, karena akan merendahakan dirisendiri baik dihadapan Allah atau sesama manusia.
Kehidupan seorang muslim tidak terlepas dari interaksi dengan sesama. Islam mengajarkan sikap sepadan (musawwah). Ajaran ini memiliki tujuan untuk menciptakan rasa kesejajaran, persamaan dan kebersamaan, serta penghargga terhadap sesama manusia sebagai makhluk Tuhan. Sikap sepadan akan menempatkan sesama manusia pada posisi sejajar, sehinggaakan menyadarkan setiap orang untuk memberi yang terbaik yang dapat dilakukan. sikap ini akan menjadi jalan baru bagi sesama manusia untuk melakukan kebijakan yang sesuai dengan ketentuan dan manfaat bagi kemaslahatan bersama. sesungguhnya sikap bersahaja dan sepadan akan dapat mengendalikan sitiap muslim dari sikap meampaui batas (israf). Firman Allah dalam Q.S. Al-Furqon : 67 yang artinya :
"Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak pula kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah yang demikian". (Q.S. Al-Furqon : 67)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar